BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan peran penting rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.
“Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana merupakan kegiatan prioritas,” kata Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Johny Sumbung, membuka Rapat Pendampingan Petugas Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna), di Hotel Aquarius Palangka Raya, Selasa, 19 Maret 2024.
Ia menuturkan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana perlu dilakukan guna memulihkan kembali kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.
Rencana pemulihan pasca bencana yang tertuang pada dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) dalam pelaksanaannya harus selaras dengan rencana pembangunan baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional.
“Dalam menyusun dokumen tersebut diperlukan peran petugas dalam melakukan proses penilaian akibat bencana, analisis dampak, dan perkiraan kebutuhan,” tuturnya.
--page
Dia mengingatkan proses tersebut harus bersifat komprehensif baik aspek fisik maupun kemanusiaan yang dilakukan dengan prinsip dasar membangun kembali lebih baik, aman dan berkelanjutan.
“(Ini) biasa kita dengar dengan “Build back better, safer and sustainable” yang berbasis dengan pengurangan risiko bencana serta kearifan lokal,” ujar Johny. (HERMAWAN DP/j)









