BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bidang Pengembangan Kompetensi Sosial Kultural dan Pemerintahan menggelar Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Perkantoran di Lingkungan Pemprov Kalteng.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor BPSDM Provinsi Kalteng, Jalan Ais Nasution, No 2 Palangka Raya selama 4 hari dimulai pada Selasa, 19 Maret 2024.
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dalam sambutannya yang dibacakan Kepala BPSDM Provinsi Kalteng, Rahmawati mengharapkan kepada peserta untuk memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya.
Dia menyarankan pelatihan tersebut bisa dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional dalam menjaga kesehatan dan keselamatan di lingkungan kerja masing-masing.

"Manfaatkan interaksi dan kolaborasi dengan sesama peserta, pengajar dan narasumber yang ahli di bidangnya untuk saling belajar dan bertukar pengalaman," ujarnya.
--page
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya pelatihan ini, terutama kepada Kepala PPSDM Ketenagakerjaan Kemenaker RI, yang telah memberikan kesempatan BPDSM Provinsi Kalteng sebagai penyelenggara Pelatihan K3 Perkantoran 2024.
Rahmawati melanjutkan pelatihan K3 perkantoran diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Lingkungan Kerja.
Hal ini merupakan peraturan yang penting dalam rangka mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman serta mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).

"Pada kesempatan ini perkenankan kami menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Perkantoran pada hari ini Selasa19 Maret 2024 yang dilaksanakan selama 4 hari," jelasnya.
Pelatihan ini juga katanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pegawai tentang risiko dan bahaya potensial di lingkungan kerja perkantoran.
Kemudian, mengurangi risiko terjadinya kecelakaan dan cedera di lingkungan perkantoran. Berikutnya, membantu membangun dan memperkuat budaya keselamatan di tempat kerja.
"Dengan tercapainya tujuan-tujuan ini, pelatihan K3 di perkantoran dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi semua pegawai," bebernya.
Dia menambahkan, kegiatan pelatihan tersebut diikuti 40 peserta dengan menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya, Mochamad Safari, S.Pd., M.K.K.K., dari PPSDM Ketenagakerjaan Kemenaker RI, Savira Anindita, S.T., M.K.K.K., dari PPSDM Ketenagakerjaan Kemenaker RI dan Renny Retnowatie, S.Pd., M.A., dari PPSDM Ketenagakerjaan Kemenaker RI.
Kemudian, Ir. Rivianus Syahril Tarigan, MAP., dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, Adrianson, S.T., dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Yulieter, S.E., dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya.
(BPSDM/MARINI/Y)









