BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terdapat salah satu fenomena astronomi unik yang terjadi Kamis, 21 Maret 2024. Pasalnya sejak sehari sebelumnya yaitu 20 Maret, posisi matahari berada tepat diatas ekuator atau garis khatulistiwa.
Kepala BMKG Kelas III Iskandar Pangkalan Bun, Nur Setiawan menjelaskan terkait fenomena astronomi tersebut.
"Secara periodik, Equinox berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September. Saat fenomena Equinox berlangsung, di luar bagian Bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan," jelas Nur Setiawan.
Menurut Nur Setiawan, ketika fenomena Equinox berlangsung, Matahari dan Bumi memiliki jarak paling dekat.
"Hal tersebut menyebabkan wilayah tropis sekitar ekuator akan mendapatkan penyinaran matahari maksimum dan mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis. Namun untuk bulan Maret peningkatan suhu tidak terlalu signifikan karena saat ini masih dalam musim hujan," jelasnya.
Nur Setiawan mengatakan, fenomena equinox tersebut tidak begitu berpengaruh pada musim, karena equinox terjadi dalam beberapa hari berkisar 3-5 hari.
--page
"Saat terjadinya Equinox, daerah yang berada tepat di lintasan ekuator atau garis khatulistiwa saat pukul 12.00 bisanya terjadi fenomena kulminasi atau hari tanpa bayangan. Untuk wilayah Kabupaten Kobar hal tersebut juga terjadi beberapa hari lalu sekitar tanggal 12 - 13 Maret 2024," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)









