BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) H Edy Pratowo mengatakan bahwa Pemprov Kalteng membangun Rice To Rice (RTR) yaitu mesin untuk penggilingan padi/pengolahan padi, sebagai upaya dalam mendukung ketahanan pangan.
"RTR ini ada program 51 ribu hektar untuk optimasi lahan rawa di Kabupaten Kapuas," katanya, Kamis 21 Maret 2024.
Dia menuturkan, pembangunan infrastruktur pascapanen merupakan gerakan diversifikasi yang dilakukan Pemprov Kalteng untuk memperkuat lumbung pangan.
Menurutnya, melalui RTR atau mesin untuk penggilingan padi penyederhanaan alur kegiatan produksi pangan berupa gabah, beras, berbasis teknologi modern, mampu menjamin standarisasi mutu dan higienitas produk pangan.
"Pemprov Kalteng akan terus bertransformasi untuk mengoptimalkan kontribusi nyata pada upaya mitigasi krisis pangan," bebernya.
--page
Dirinya menambahkan, pembangunan infrastruktur pascapanen yang memanfaatkan tekonologi pangan terbaru merupakan harapan bagi terwujudnya kedaulatan pangan di Kalteng.
"Pemprov Kalteng akan terus berupaya untuk memaksimalkan kinerja untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan serta stabilisasi harga baik di tingkat produsen dan konsumen," tandasnya. (MARINI/Y)









