BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG melalui Stasiun Meteorologi Sanggu Kabupaten Barito Selatan, menyampaikan penjelasan penyebab hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Barito Timur, Kamis malam, 21 Maret 2024.
Kepala Stasiun Meteorologi Sanggu Eko Bambang Minarto mengatakan, atmosfer menunjukkan bahwa Madden-Julian Oscillation (MJO) pada tanggal 21 Maret 2024 terpantau di kuadran 7 (Western Pacific) yang kurang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Gangguan fenomena MJO secara spasial terpantau aktif di Papua Nugini bagian selatan dan Samudera Pasifik sebelah timur Papua Nugini yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Pusat tekanan rendah terpantau di daratan Australia bagian utara. sehingga terjadi peningkatan kecepatan angin di atas 25 knot (low level jet) di Australia bagian utara.
Kemudian daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau memanjang dari Sumatra Utara hingga Aceh, dari Sumatera Selatan hingga Lampung, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan, dari Kalimantan Timur hingga Selat Makassar, di Sulawesi Selatan, dari Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tenggara, dari Laut Jawa hingga Laut Flores dan dari Papua Barat hingga Papua.
Sedangkan daerah pertemuan angin (konfluensi) memanjang di pesisir utara Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Laut Arafuru.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis, pusat tekanan rendah, di sepanjang daerah low level jet atau konvergensi dan konfluensi tersebut," ujar Eko, Jumat, 22 Maret 2024.
Dia mengatakan, dengan adanya gangguan fenomena MJO yang terpantau masih aktif di sebagian besar Wilayah Kalimantan Tengah serta adanya daerah konvergensi dan belokan angin terpantau memanjang di wilayah Kalimantan Tengah, kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
"Didukung dengan kelembaban udara di beberapa lapisan yang cukup basah dan labilitas lokal kuat, sehingga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah," lanjutnya.
--page
Karena itu Kepala Stasiun Meteorologi Sanggu mengimbau masyarakat Barito Timur agar tetap mewaspadai potensi hujan lokal dengan durasi singkat yang dapat disertai maupun tanpa disertai petir atau kilat serta angin kencang.
"Tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang," pesannya. (BOLE MALO/R)









