BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Program Pelayanan, Direktorat Penyaluran Dana pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar mengatakan bahwa Indonesia berharap pada tahun 2025 mendatang saat memproduksi lebih dari 50 juta ton minyak sawit.
"Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, tentu Indonesia berharap dapat memproduksi lebih dari 50 juta ton minyak sawit pada 2025," kata Arfie dalam keterangan resminya, Sabtu, 23 Maret 2024.
Arfie juga menjelaskan capaian, manfaat dan penyaluran dana untuk program SDM sawit baik untuk kegiatan pelatihan dan beasiswa meningkat sangat signifikan.
"Hal ini untuk meningkatkan SDM kita dan tentu kemajuan industri sawit," katanya lagi
Harapan akan meningkatnya produksi minyak sawit ini menurut Arfie digaungkan agar dapat memberikan lebih banyak pasokan bagi industri makanan.
"Termasuk minyak goreng dan makanan berbasis minyak sawit serta bioenergi untuk domestik dan ekspor pasar global," katanya.
Hal ini juga disampaikan Arfie dalam sosialisasi Sawit Baik kepada sekitar 400 mahasiswa Politeknik Aceh baru-baru ini. Dalam kuliah umum, Arfie Thahar membahas tentang peran industri kelapa sawit dalam perekonomian Indonesia.
Sementara Direktur Politeknik Aceh Hilmi menyampaikan beasiswa sawit yang dibiayai BPDPKS diharapkan dapat memberikan manfaat luas, baik bagi industri kelapa sawit, pemerintah, masyarakat, maupun kalangan petani sawit itu sendiri.
--page
"Saya berharap ke depannya Politeknik Aceh dapat dipercaya untuk mengelola beasiswa SDM PKS lebih banyak lagi," ujar Hilmi.
Kuliah umum ini juga dihadiri oleh Darmansyah Basyaruddin dan Sri Gunawan selaku Komite Pengembangan SDM PKS, serta Sulthan M Yusa, Rangga Rahmananda, Lucki Bagus S dari Tim BPDPKS.(TESTI PRISCILLA/R)









