PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bulan Ramadan menjadi bulan penuh ampunan bagi umat Islam, semua amal ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Ust Ikhwan Al Mughofar mengingatkan di dalam Sahih Bukhari dijelaskan rasulullah bersabda barang siapa yang berdiri di malam malam ramadan dia mengerjakan salat malam, salat lail diantaranya mengerjakan rutin salat tarawih secara berjamaah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa terdahulu yang pernah dia kerjakan.

"Jika ingin mendapat pengampunan dengan perantara rutin istiqomah menjalankan shalat tarawih berjamaah di dalam masjid ada dua syarat yang harus dipenuhi," tuturnya.

Ia menjelaskan syarat pertama harus dikerjakan karena iman, dia mendatangi salat tarawih betul-betul karena iman tidak ada paksaan tidak ada tekanan tapi murni dari hati.

Kedua harus betul-betul niat mencari pahala dari Allah tidak ada niat lain, mengharapkan ridho pahala surga dari Allah dan khawatir takut siksa Allah.

--page

“Niatnya betul betul mencari pahala, ketika mengayunkan langkah kanan maka Allah akan memberikan pahala, ketika melangkahkan kaki kiri Allah melebur dosa. Betul betul berniat ketika salat berjamaah Allah akan memberikan pahala,” sebut Dewan Penasehat DMI Kalteng ini, Sabtu, 23 Maret 2024.

Namun diakuinya setelah di siang hari kuat menahan haus dan lapar sampai tibalah waktunya untuk berbuka puasa, banyaknya jenis menu berbuka yang dihidangkan membuat lahap menyantap sajian tersebut.

Namun, terkadang kebanyakan orang tak sadar bahwa banyaknya makanan dan minuman yang kita nikmati saat berbuka itu dapat membuat tubuh kita terasa lemas dan mengantuk.

"Padahal jarak waktu yang tidak begitu lama setelah itu ada sebuah ibadah yang menanti untuk disempurnakan dimalam harinya. Apa itu.? 'TARAWIH'," timpalnya.

Walau tubuh lemas karena banyaknya minuman segar yang diminum, walau ngantuk berat dirasa karena banyaknya makanan yang dimakan, walau rasa malas menghinggapi karena jauhnya langkah kaki menuju masjid, walau baju yang kita kenakan basah berkeringat karena banyaknya jama'ah yang hadir serta kurangnya pendingin ruangan, walau badan terasa pegal karena mungkin durasi waktu sholatnya tak biasa dilakukan/dirasakan di bulan-bulan sebelumnya, tetaplah ada dan jangan biarkan shof-shof sholat di masjid menjadi kosong karena ketidakhadiran-mu.

"Ingatlah... Allah tak akan pernah men-dzolimi amal ibadah hambanya, terlebih itu amal baik. Semua ada catatan dan perhitungannya, apalagi sampai berlelah-lelah," tegas ust Ikhwan.

Ia mengingatkan firman motivasi dari Allah dalam Os. Yasin : 12 yang artinya ‘Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas jejak yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan (dihitung) dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz)‘

 Semua itu diperkuat dengan hadis sahih Muslim yang artinya ‘Akan tetapi, pahala itu tergantung pada usaha yang dikorbankannya'

 "(Jadi) Lelahmu kan menjadi pahalamu, semakin kau lelah semakin besar kadar kiranya pahalamu," tegasnya. (HERMAWAN DP)