BORNEONEWS, Palangka Raya - Tungku sebagai salah satu peralatan masak-memasak tradisional dalam kebudayaan Desa Pandawei Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, yang diwariskan oleh nenek moyang sejak dahulu kala.
Alat ini juga biasa digunakan untuk memanggang atau membakar berbagai jenis masakan.
Tungku memiliki sebagai alat yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas masyarakat setempat, mempertahankan cita rasa masakan yang lezat dan gurih, serta sebagai upaya mengurangi penggunakan gas elpiji.
Sebagai informasi harga gas elpiji 3 Kg di desa setempat seharga Rp50.000 per tabung.
Untuk itu memasak menggukan tungku dengan pembakaran menggunakan kayu bisa lebih menghemat. Dengan alasan ini, meskipun zaman berkembang dan modern, namun masyarakat setempat masih banyak memilih menjadikan tungku sebagai alat untuk memasak.
--page
Hal itu, menurut Helmi, salah seorang warga Desa Pandawei, penggunaan tungku lebih ekonomis, ketimbang menggunakan kompor gas atau kompor minyak tanah.
"Beda rasanya, lebih cepat masak, lebih praktis serta menghemat bahan bakar bahkan kayu-kayu yang dibakar mudah didapat berasal dari kayu yang mati dibelakang rumah bahkan masakan yang dimasak ditungku dipercaya lebih sehat dan tidak mudah cepat basi," ujar Ketua RT O1 Desa Pandawei, Sabtu, 23 Maret 2024.
Sementara itu, Budayawan Kalteng Wilson mengatakan, tungku punya unsur kebudayaan termasuk peralatan dan teknologi tradisional. Di mana orang suku Dayak menggunakan alat untuk memudahkan pekerjaan, dalam hal ini untuk memasak.
"Masyarakat Dayak di desa masih ada yang menggunakan peralatan dan cara tradisional dalam memasak. Salah satunya dengan menggunakan “Panggitang” atau disebut perapian yang terdiri dari tungku terbuat dari besi memanjang sebagai tempat untuk meletakkan alat memasak," jelasnya.
Ia menceritakan, sebelum adanya kompor gas maupun kompor minyak, tungku banyak digunakan oleh ibu-ibu suku Dayak untuk memasak. Penamaan tiap tungku pun berbeda. Namun, peralatan memasak atau peralatan masak tradisional ini sering ditemui di pedesaan.
--page
Tunggu bisa ditempatkan di dalam rumah maupun di luar rumah sesuai dengan kebutuhan setiap rumah tangga. (MARINI/j)









