BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah berupaya untuk melakukan peningkatan produksi beras secara nasional melalui berbagai program pertanian.
Salah satunya dengan peningkatan Indeks Pertanaman dan produktivitas sawah-sawah eksisting, melalui Program Upsus Optimasi Lahan dan Pompanisasi.
“Pertemuan rakor ini merupakan upaya akselerasi peningkatan beras Nasional melalui dua koridor strategis yaitu optimasi lahan rawa dan pompanisasi,” kata Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Budidaya Pascapanen Komoditas Perkebunan, Muhammad Syatar dalam keterangannya, Jumat, 22 Maret 2024.
Ia mengatakan semenjak adanya turbulensi Covid-19 dan perang Uni Soviet dan Ukraina, beras menjadi salah satu komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga.
“Oleh karena itu kita harus segera mengantisipasi kontraksi kekurangan pangan," ucapnya.
--page
Syarat menyebut, dalam 2 sampai 3 bulan ke depan adalah penentu apakah Indonesia bisa lolos dari krisis pangan atau tidak.
"Mari kita dorong mandiri pangan di Kalimantan Tengah agar menjadi daerah penopang pangan secara Nasional," pungkasnya. (HERMAWAN DP/j)









