BORNEONEWS, Sampit - Mudik menggunakan kapal menjadi favorit masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di tengah harga tiket pesawat yang melambung.
"Selama harga tiket tak sehat ini jalur laut terus menjadi primadona. Harga tiket pesawat terlalu mahal," kata salah satu penumpang KM Kelimutu lintasan Sampit-Surabaya Cak Ipan Tanggem, Minggu, 24 Maret 2024.
Dia mengatakan, dana untuk membeli tiket pesawat rute Sampit-Surabaya saat ini menyentuh Rp 2.293.000 satu kali terbang. Dana tersebut bisa digunakan untuk perjalanan kapal Pergi-Pulang (PP) berkali- kali.
Dirinya mengaku, beberapa tahun belakang ini rutin melakukan perjalanan mudik lebaran menggunakan kapal. Ia merasakan perbedaan signifikan dari fasilitas kapal saat ini yang terus menyesuaikan agar penumpang nyaman.
"Hampir setiap tahun saya menggunakan kapal Pelni dan memang banyak perbaikan. Sekarang sudah nyaman dan aman. Fasilitasnya semakin dilengkapi fdengan AC dan makanan standar," ujarnya.
--page
Lanjutnya, dirinya mengaku melakukan perjalanan mudik lebih awal agar bisa jalan-jalan di Surabaya sekaligus bertemu komunitas seni di Gresik.
Sementara itu, Kepala PT Pelni Cabang Sampit Edwin Kurniansyah mengatakan, jumlah pemudik pada call pertama Ramadan ini belum mengalami kenaikan signifikan.
"Keberangkatan KM Kelimutu lintasan Sampit-Surabaya ini 534 penumpang," ujarnya.
Lebih lanjut, harga tiket kapal Pelni saat musim mudik tahun ini pun tak mengalami kenaikan yakni Rp 234 ribu untuk lintasan Sampit-Surabaya dan Rp 253 ribu untuk lintasan Sampit-Semarang. (DEWI PATMALASARI/Y)









