BORNEONEWS, Sampit - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Aminah (42) mengalami nasib sial karena menjadi korban hipnotis okeh orang tidak dikenal di Jalan DI. Panjaitan, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin, 25 Maret 2024.
Kejadian itu berawal saat korban pulang dari pasar hendak menuju rumahnya menggunakan sepada.
Sampainya di lokasi kejadian korban bertemu dengan seorang pria yang menggunakan sepeda motor, kemudian korban diajak ngobrol oleh pria tersebut.
"Ibu saya diajak ngobrol oleh dia (pelaku), dan pelaku itu ingin melihat cincin ibu saya dengan alasan untuk membelikan cincin untuk tunangannya. Lalu dilepas oleh ibu saya kemudian dikasihkan ke pelaku," kata Andini anak korban.
Setelah menerima cincin dari korban, kemudian korban digiring oleh pelaku yang saat itu sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Korban dibawa oleh pelaku ke tempat yang lebih jauh yakni di Jalan S. Parman Sampit.
"Dari pengakuan ibu saya sempat ingin berteriak namun tidak bisa berkata kata. Karena mulut ibu saya seperti ada yang menutup mulut ibu saya," jelasnya.
Anak korban mengungkapkan bahwa ciri ciri pelaku menggunakan motor jenis Aerox, menggunakan masker, dan berbadan cukup besar.
"Dia juga berbicara berlogat seperti orang jawa, yang dibawa oleh pelaku cincin ibu saya senilai 5 Juta," ungkap Andini.
Akibat dari kejadian ini korban mengalami syok dan masih seperti orang yang lupa ingatan. Saat ini keluarga korban masih berusaha mencari indentitas dari pelaku dengan menggunakan rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian.
--page
Say juga lagi nunggu CCTV dari toko yang ada di lokasi kejadian tapi teknisinya blum datang. Soalnya kejadian ibu yang di stop oleh pelaku itu berdekatan dengan toko ini," tutup anak korban. (BUDDI RAHMAT H/R)









