PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kendaraan overload adalah kendaraan mengangkut muatan yang melebihi batas beban yang ditetapkan, istilah ini kerap kali muncul pada istilah kondisi kendaraan bermuatan melebihi tonase jalan kurang lebih 8 ton yang melintasi tonase jalan umum, maupun lintas antar wilayah.

Kendaraan Overload sudah tidak asing lagi, terlebih lagi kerap digunakan wakil rakyat dalam keprihatinannya terhadap kondisi jalan yang rusak disertai berlubang. 

Gigitan ban kendaraan Overload saat melewati jalannya merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kondisi Jalan mudah rusak dan berlubang, serta dapat menimbulkan resiko kecelakaan itu disebabkan oleh kendaraan dengan kapasitas beban yang lebih. 

Hal ini juga dibenarkan oleh Wakil Rakyat Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing mengatakan kendaraan Over Dimension dan Over Load atau ODOL dinilai sangat merugikan operator jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

"Serta inefisiensi akibat kondisi jalan rusak dan meningkatkan polusi udara akibat gas buang yang berlebih yang ditimbulkan dan dinilai sangat merugikan pengendaran jalan lainnya, dan meningkatkan risiko kecelakaan, serta inefisiensi akibat kondisi jalan rusak yang ditimbulkan," geramnya, saat dikonfirmasi Borneonews, Senin, 26 Maret 2024.

Hal ini katanya kerap kali di jumpai jalur Trans Kalimantan Palangka Raya-Kuala Kurun (Gunung Mas), dampak dari kendaraan overload mengakibatkan ruas jalan raya akan mudah rusak.

Bisa dipastikan pada wilayah di mana dan aktivitas tambang mapun perusahaan hampir bisa dipastikan kondisi jalannya akan rusak parah. 

"Karena memang angkutan yang hilir mudik melebihi tonase kelas jalannya,” bebernya. Dirinya meminta, pihak pengelola tambang maupun perusahaan yang beroperasi pada wilayah bersangkutan agar memperhatikan hal demikian, karena semuanya tidak serta merta menyalahkan supir yang bekerja sebagai bawahan.

--page

"Saya meminta kepada pihak pengelola tambang maupun perusahaan dalam hal ini haru tahu persoalan tersebut. Jangan hanya duduk manis. Kondisi ini sudah lama terjadi jangan dibiarkan berlarut-larut. Jika terus-terusan maka hasil pembangunan di jalan wilayah Kalteng seperti Palangka Raya-Kuala Kurun tak akan bisa dirasakan dalam waktu lama, karena jalan-jalan akan mudah rusak akibat kendaraan yang overload," tegasnya. (MARINI/R)