BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palangka Raya telah resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Teknis Universitas Lambung Mangkurat.
Penandatanganan ini dilakukan oleh Kepala BPKAD, Andri Permana, sebagai langkah strategis dalam penyusunan Analisis Standar Belanja Fisik (ASBF).
"Kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan standar belanja yang lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan fisik yang ada," katanya, Selasa, 26 Maret 2024.
Hasil itu nanti dapat digunakan oleh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) untuk tahun anggaran 2025.
"Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan keuangan daerah. Dengan adanya ASBF yang disusun bersama Universitas Lambung Mangkurat, kami yakin bahwa proses penyusunan anggaran akan lebih akurat dan efisien," ujarnya.
--page
ASBF yang disusun nantinya akan menjadi acuan dalam pengadaan barang dan jasa untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Penandatanganan MoU ini juga dihadiri oleh dekan Fakultas Teknis, para akademisi, serta perwakilan dari SOPD terkait.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam upaya bersama memajukan pembangunan. (HENDRI/H)









