PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalteng merupakan salah satu provinsi yang rawan terjadi bencana alam salah satunya banjir. Bencana ini terjadi tidak hanya disebabkan kondisi alam misalnya hujan, tapi juga ada kaitannya dengan kerusakan hutan dan lahan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Sudarsono mengatakan program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang mengalami kerusakan khususnya di wilayah Kalteng perlu digencarkan agar bencana banjir dapat diminimalisir.

"Kerusakan hutan dan lahan membuat daerah resapan air menjadi berkurang, sehingga hal itu menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir besar. Maka dari itu, program RHL ini harus digencarkan, sehingga bencana banjir tidak selalu terjadi," ucapnya, Selasa, 26 Maret 2024.

Selain itu, dalam upaya menggencarkan program RHL ini juga pemda perlu melibatkan pihak lainnya seperti swasta atau perusahan-perusahan baik pada bidang perkebunan maupun pertambangan hingga masyarakat khususnya.

"Karena kita ketahui sedikit banyaknya perusahaan itu turut andil dalam kerusakan hutan dan lahan, sehingga perlu adanya dorongan agar mereka terlibat terutama merehabilitasi hutan atau lahan bekas beroperasi," ujarnya.

--page

Di sisi lain, melibatkan masyarakat juga penting mulai sejak menyusun perencanaan, sehingga ketika pelaksanaannya. Pasalnya, dengan melibatkan semua pihak dalam program tersebut maka dapat dilajukan secara maksimal dan berkelanjutan.

"Yang pasti kita ingin ada sinergitas dalam memperhatikan kondisi alam terutama hutan dan lahan yang mengalami kerusakan di Kalteng ini. Kita tentu tidak ingin bencana alam terus terjadi setiap tahun, oleh karenanya harus ada upaya menekan hal itu," tutupnya. (DONNY D/H)