BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya menggandeng sepuluh maskapai penerbangan terkemuka di Indonesia dalam upaya mengendalikan laju inflasi yang mempengaruhi biaya perhubungan keluar masuk Kota Cantik.
Atas hal itu, Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu, telah mengambil langkah strategis dengan mengadakan audensi sebagai langkah awal menuju stabilitas di sektor perhubungan transportasi udara.
Maskapai yang terlibat dalam sinergi ini meliputi Garuda Indonesia, Pelita Air, AirAsia, Lion Air, Transnusa, Batik Air, Super Air Jet, Nam Air, Wings dan Citilink.
Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi bersama dalam menekan biaya operasional yang berdampak pada tarif penerbangan, yang pada akhirnya dapat membantu menurunkan tingkat inflasi di sektor perhubungan.
Audensi yang berlangsung di kantor Angkasa Pura II ini dihadiri oleh Kadishub, Alman P Pakpahan dan difasilitasi oleh Senior Manajer Of Airport Operation dan ARFF Angkasa Pura II, Eries Hermawandi.
"Diskusi yang berlangsung diharapkan dapat membuka jalan bagi kerjasama yang lebih erat antara pemerintah kota dan para pemangku kepentingan di industri penerbangan," kata Hera, Selasa, 26 Maret 2024.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang efektif untuk mengatasi tantangan inflasi yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya dalam hal aksesibilitas dan keterjangkauan perjalanan udara.
--page
Sementara itu, Alman menyebutkan kesepakatan yang dicapai dalam audensi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi dinamika ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas layanan perhubungan udara di kota Palangka Raya.
"Sebagai tindak lanjut, akan diadakan Forum Group Discussion (FGD) secara bergantian antara maskapai tersebut dan Pemko Palangka Raya," pungkasnya. (HENDRI/R)









