PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga dua komoditas mayoritas usaha masyarakat di pedesaan di Kalimantan Tengah (Kalteng), yakni karet dan rotan belum stabil hingga banyak dikeluhkan yang disampaikan ke wakil rakyat.

Anggota DPRD Kalteng Sirajul Rahman menyebutkan, ketika melaksanakan reses ke pelosok masyarakat sejumlah desa di sana mengeluh harga karet dan rotan yang murah.

"Saya minta pemerintah dapat menstabilkan harga komoditi karet dan rotan. Karena dari kedua komoditi ini hasil usaha karet dan rotan ini belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, karena harganya yang murah. Masyarakat ingin ada perhatian pemerintah terhadap hal ini," katanya, Selasa, 26 Maret 2024.

Menurutnya, sangat penting bagi pemerintah daerah maupun provinsi memperhatikan hal itu dan mencari solusi guna menstabilkan harga usaha rotan dan karet ini, sehingga kedepan usaha itu bisa menopang perekonomian masyarakat. Dan mampu mencari terobosan baru dalam memecahkan solusi, agar adanya kenaikan harga kedua komoditas ini.

Menurutnya, memperhatikan hal-hal terkait kesejahteraan masyarakat mejadi kewajiban pemerintah, oleh karenanya pemerintah jangan sampai sesekali mengabaikan apa yang sudah menjadi kewajiban itu. Tidak lupa juga, dirinya mengingatkan harus ada kerjasama baik pemerintah daerah, provinsi, sampai pusat.

--page

"Perhatian harga kedua komoditas ini untuk memanilisir adanya penambangan ilegal maupun permasalahan dalam perkebunan seperti kelapa sawit. Dari hal seperti ini pemerintah harus ada upaya untuk mewujudkannya, karena manfaat dari kedua komoditi tersebut sangat besar, untuk kebutuhan rumah tangga bahkan industri kerajinan," tandasnya.

Anggota DPRD Kalteng  lainnya, Alexius Esliter, mendesak pemerintah untuk terus berupaya menstabilkan harga karet dan rotan.

Dirinya mencontohkan Kotim harga rotan kurang lebih Rp.360 ribu per kuintal. Dan karet kurang lebih Rp.650 ribu per kuintal. Kondisi ini belum lagi harga berubah-ubah saat dijual ke pengepul.

"Banyak warga mengeluh karena harga karet dan rotan belum juga menunjukan stabil, padahal mayoritas mata pencaharian warga yakni dari usaha perkebunan karet dan rotan, sehingga mereka mengharapkan solusi dari pemerintah untuk menangani hal ini," katanya, Selasa, 26 Maret 2024.

Ia mengharapkan, solusi dari pemerintah untuk menstabil harga kedua komoditi usaha tersebut. Pasalnya, persoalan harga itu sangat erat kaitannya dengan upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.

--page

"Saya meminta pemerintah daerah melalui instansi atau dinas terkait agar dapat segera menanggapi dan menindak lanjuti usulan maupun keluhan masyarakat ini," tegasnya. (MARINI/j)