SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 13.685 orang diperkirakan mudik melalui Pelabuhan Sampit pada musim libur dan mudik lebaran Idulfitri 1445 Hijriah. 

"Untuk Angkutan Lebaran tahun ini di prediksi mengalami kenaikan sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya, mengingat bertepan dengan libur anak sekolah, cuti bersama dan cuaca yang cukup baik," kata Kepala KSOP Kelas III Sampit Hermawan melalui Ketua posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit Gusti Mukhlis, Rabu, 27 Maret 2024.

Arus mudik pada tahun 2023 mencapai 11.405 orang, sehingga diprediksi tahun ini mengalami peningkatan 20 persen.

Sementara arus balik penumpang pada tahun 2023 mencapai 9.381 orang dan diprediksi meningkat 20 persen menjadi 11.257 orang.

Lanjutnya, saat ini angkutan mudik lebaran menyisakan 10 call keberangkatan diantaranya 4 call kapal PT Pelni dan 6 call kapal PT Dharma Lautan Utama (DLU)

--page

Keberangkatan kapal milik PT DLU 6 call tersebut yaitu KM Kirana IIIlintasan Sampit-Surabaya tanggal 30 Maret 2024 pukul 07.00 WIB, 3 April 2024 pukul 10.00 WIB, dan 7 April 2024 pukul 13.00 WIB. Sedangkan KM Kirana I lintasan Sampit-Semarang tanggal 31 Maret 2024 pukul 14.00 WIB, 4 April 2024 pukul 13.00 WIB, dan 7 April 2024 pukul 24.00 WIB

Sementara PT Pelni menyisakan keberangkatan menggunakan KM Lawit lintasan Sampit-Surabaya tanggal 2 April 2024 pukul 11.00 WIB, KM Leuser lintasan Sampit-Semarang tanggal 3 April 2024 pukul 11.00 WIB, KM Kelimutu lintasan Sampit-Semarang tanggal 5 April 2024 pukul 12.00 WIB, dan KM Lawit lintasan Sampit-Semarang tanggal 8 April 2024 pukul 14.00 WIB.

"KM Kelimutu dan KM Lawit memiliki kapasitas 912 penumpang mendapat dispensasi menjadi 1.418 penumpang. Kemudian KM Leuser dengan kapasitas 962 penumpang mendapat dispensasi menjadi 1.456 penumpang," imbuhnya.

Kemudian KM Kirana III dengan kapasitas 706 penumpang mendapat dispensasi menjadi 768 penumpang dan KM Kirana I dengan kapasitas 560 penumpang mendapat dispensasi menjadi 718 penumpang. (DEWI PATMALASARI/Y)