PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan bahwa selama Januari 2024, nilai impor Kalteng mencapai US$12,29 juta atau naik 158,19 persen dibanding Desember 2023 yang tercatat US$4,76 juta.

"Berbeda dengan nilai impor, volume impor Kalimantan Tengah juga mengalami penurunan sebesar 33,14 persen, dari 10,41 ribu ton pada Desember 2023 menjadi 6,96 ribu ton pada Januari 2024," kata Eko Marsoro pada Jumat, 29 Maret 2024 menyampaikan data statistik terbaru.

Peningkatan nilai impor ini, lanjut Eko, disebabkan adanya kenaikan impor kelompok migas dari US$2,11 juta pada Desember 2023 menjadi US$10,73 juta pada bulan Januari 2024.

"Sementara itu, kelompok non migas menurun dari US$2,11 juta pada Desember 2023 menjadi US$ 10,73 juta pada Januari 2024," tutur Eko lagi.

Untuk impor non migas, katanya, industri pengolahan menjadi kelompok yang mengalami peningkatan.

--page

"Dilihat menurut kelompok komoditas, kenaikan nilai impor di Kalimantan Tengah pada Januari 2024 dibanding Desember 2023 utamanya didorong dari peningkatan nilai impor pada kelompok mesin/pesawat mekanik berupa mesin ketel uap," jelas Eko. (TESTI PRISCILLA/Y)