BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya telah menyelesaikan ujian praktik tata rias, setelah mengikuti pelatihan kemandirian bidang tata rias selama 12 hari.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian bagi WBP dan persiapan modal usaha mereka di masa depan ketika sudah bebas dari masa tahanannya.
Profesi Make-Up Artist (MUA) menjadi pilihan dan peluang bagi WBP untuk membuka usaha setelah mereka kembali ke masyarakat. Dalam ujian praktik ini, para WBP tidak hanya dituntut untuk menunjukkan keterampilan merias wajah, tetapi juga penataan rambut.
Kepala Lapas Perempuan Palangka Raya, Sri Astiana, mengungkapkan bahwa pelatihan ini diawali dengan pengenalan jenis kulit, peralatan kosmetik, dan teknik penggunaannya.
"Selain itu, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk praktik merias wajah model dan menata rambut, serta evaluasi hasil make-up dan ujian praktik tata rias," katanya, Sabtu, 30 Maret 2024.
--page
Astiana menambahkan, setelah menyelesaikan pelatihan, para WBP akan mendapatkan sertifikat yang dapat menjadi bekal mereka untuk berwiraswasta atau mencari pekerjaan di masa depan.
Pelatihan ini diadakan bekerja sama dengan PT Paragita Tunas Inspira, dengan instruktur yang handal dan berpengalaman di bidangnya.
"Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas Perempuan Palangka Raya berkomitmen untuk membantu WBP dalam mempersiapkan diri mereka untuk kembali ke masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/H)









