JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meminta agar pemerintah kabupaten dan kota di daerah melaksanakan upaya konkrit agar pengendalian inflasi bisa dilakukan secara optimal.

"Untuk pemerintah kabupaten kami harapkan bisa melakukan upaya maksimal secepatnya dalam penanganan inflasi," kata Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembanguan, Yuas Elko, Sabtu 30 Maret 2024.

Sesuai arahan pemerintah pusat, sejumlah upaya konkrit yang dapat dilaksanakan masing-masing pemerintah daerah adalah melakukan operasi pasar murah, maupun sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang.

Kemudian pemda juga dapat bekerja sama dengan daerah penghasil komoditas untuk kelancaran pasokan, menggiatkan gerakan menanam, merealisasikan bantuan, serta pemberian dukungan transportasi.

Dalam hal ini, upaya konkrit yang gencar dilaksanakan Pemprov Kalteng adalah melaksanakan pasar murah dengan berfokus pada komoditas utama yakni beras.

"Pemerintah provinsi selalu berupaya maksimal dalam menekan angka inflasi di daerah, salah satunya melalui pasar murah," terangnya.

Pasar murah ini dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah dengan mengalokasikan sekitar 1.420 ton beras.

Rinciannya meliputi Kabupaten Murung Raya 100 ton, Barito Utara 100 ton, Barito Timur 30 ton, Barito Selatan 50 ton, Kapuas 200 ton, Pulang Pisau 100 ton, Kotawaringin Timur 200 ton dan Seruyan 100 ton.

Kemudian Kotawaringin Barat 200 ton, Sukamara 30 ton, Lamandau 30 ton, Gunung Mas 30 ton, Katingan 50 ton, serta Kota Palangka Raya 200 ton.

--page

Paket bantuan yang dibagikan adalah 10 kilogram beras bersubsidi untuk setiap kepala keluarga dengan nilai Rp175 ribu, sehingga masyarakat hanya menebus Rp20 ribu per paketnya.

Melalui upaya ini diharap mampu menjaga stabilitas harga, kendalikan tingkat inflasi, maupun membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya pada bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Adapun tingkat inflasi Kalimantan Tengah pada Februari 2024 yakni 2,46 persen (yoy).

ANTARA