BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada bulan Maret 2024, inflasi Year on Year atau y-on-y di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 2,72 persen.
"Maret 2024 inflasi y-on-y Kalteng sebesar 2,72 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro dalam penyampaian berita resmi statistik pada Senin, 1 April 2024.
Inflasi tertinggi, lanjut Eko, terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 3,35 persen. "Pada Maret 2024 terjadi inflasi y-on-y Kalteng sebesar 2,72 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK sebesar 105,96," jelasnya.
Inflasi tertinggi yang terjadi di Kabupaten Kapuas menurut Eko mencapai 3,35 persen dengan IHK sebesar 106,83 dan terendah terjadi di Sampit sebesar 2,43 persen dengan IHK sebesar 105,28.
"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 5,65 persen, lalu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,19 persen," ujar Eko.
"Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,70 persen, dilanjutkan dengan kelompok kesehatan 1,16 persen, lalu kelompok transportasi 0,83 persen, kemudian kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 2,51 persen, juga kelompok pendidikan 2,40 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,27 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,19 persen," papar Eko lagi di kantor BPS Kalteng.
--page
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, lanjut Eko, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,13 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen.
"Tingkat inflasi month to month atau m-to-m dan tingkat inflasi year to date atau y-to-d Provinsi Kalimantan Tengah bulan Maret 2024 masing-masing sebesar 0,66 persen dan 0,39 persen," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









