BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menelusuri penyebab kematian massal babi ternak milik warga di Kecamatan Telawang.
"Terkait kematian babi di Kecamatan Telawang saat ini masih tahap investigasi," kata Kepala DPKP Kotim Sepnita, Senin, 1 April 2024.
Sejumlah peternak babi di Kecamatan Telawang mengeluhkan kematian mendadak ratusan babi ternaknya. Bahkan seorang peternak kehilangan puluhan babi yang mati mendadak. Kejadian tersebut mengakibatkan peternak merugi hingga puluhan juta.
Menanggapi kejadian itu, DPKP Kotim hari ini terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengambilan sampel. Pihaknya akan mengirim sampel untuk diuji di Laboratorium di Palangka Raya.
"Nanti akan kami informasikan apa penyebab kematian mendadak babi tersebut," ujarnya.
--page
Perlu menunggu 2 pekan untuk mengetahui hasil lab sampel babi tersebut. Namun dirinya menduga, kematian massal mendadak babi akibat penyakit African Swine Fever (ASF) atau virus babi Afrika.
ASF merupakan penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen. Virus ASF sangat tahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan. Sehingga serangan penyakit tersebut dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak.
"Itu dugaan sementara. Tetapi secara fisik biasanya sudah bisa kita tentukan apa yang menyerang babi itu setelah investigasi," imbuhnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









