BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemprov Kalteng saat ini tengah berupaya mengembangkan potensi peekebunan kakao di provinsi ini.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Achmad Rasyid menyambut baik upaya itu, namun ia meminta agar masyarakat dilibatkan dalam mengembangan perkebunan kakao tersebut.
"Agar pengembangannya maksimal, masyarakat terutama petani perlu dilibatkan, sehingga potensi ini benar-benar bisa menjadi primadona dan lapangan kerja baru," ucapnya, Rabu, 3 April 2024.
Selain itu, dengan melibatkan masyarakat maka hal tersebut dapat menekan usaha ilegal yang dijalankan seperti menambang emas, sebab usaha perkebunan sifatnya berkelanjutan dan tidak berbenturan dengan hukum.
"Kalau masyarakat terus menjalankan usaha emas tidak berizin itu akan merugikan dan sifatnya pun hanya sementara, beda halnya dengan usaha perkebunan salah satunya kakao, itu pastinya berkelanjutan," ujarnya.
--page
Dalam rangka melibatkan masyarakat, tentu Pemprov Kalteng agar dapat mencanangkan program misalnya membagikan bibit kakau unggul, hingga mengadakan bimbingan teknis atau pelatihan.
"Saya rasa, potensi perkebunan di Kalteng ini sangat menjanjikan tinggal hanya dikembangkan dengan makismal dan tentu harus melibatkan masyarakat. Kita pastinta mendukung upaya pemerintah," pungkasnya. (DONNY D/Y)









