KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Kementrian Agama Kabupaten Seruyan  telah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan  zakat fitrah 1445 Hijriah.

Ketentuan ini, hasil rapat Kepala Kantor Kementrian Agama  bersama, Baznas, Ormas Islam dan perwakilan tokoh agama  dan tokoh masyarakat  di Seruyan.

Kepala Kantor Kementrian Agama Seruyan di wakili H. Supian  menyampaikan  berdasarkan hal tersebut, maka kadar  zakat fitrah yang ditunaikan dalam bentuk  beras atau makanan pokok  seberat 2,8 kg atau setara  3,5 liter perjiwa.

“Kadar fidyah adalah 1 mud setara  setara dengan 7 ons,“ demikian bunyi dalam edaran diterbitkan pada Selasa, 2 April 2024.

Kemudian, nilai zakat fitrah perjiwa untuk wilayah Kuala Pembuang dan sekitarnya, jika di uangkan, sudah di hitung berdasarkan jenis beras yang beredar di pasaran, untuk memudahkan warga menyesuaikan dengan beras yang biasa di konsumsi sehari-hari.

--page

Untuk harga beras  Rp 15 ribu per kilogram maka nilai zakat per jiwanya Rp 42.000 setara dengan 2,8 kilogram.

Apabila  harga beras Rp 19.000 per kilogram, maka nilai zakat per jiwanya Rp 53.200 setara dengan 2,8 kilogram.

Kemudian untuk harga beras Rp 20.000 per kilogram, maka nilai zakat per jiwanya Rp 61.600 setara dengan 2,8 kilogram.

Sedangkan untuk beras tertinggi Rp 28. 000 per kilogram dengan nilai zakat per jiwanya Rp 78.400 setara dengan 2,8 kilogram.

“Untuk harga beras  menyesuaikan daerah  masing masing kecamatan  di Kabupaten Seruyan dengan berpedoman kadar zakat  2,8 kg,“ jelasnya.

--page

Diharapkan panitia pengumpul zakat fitrah dapat menyampaikan laporan hasil pengumpulan  dan pendistribusian zakat fitrah dan zakat mal  kepada Kantor Urusan Agama di  kecamatan, paling lambat 16 April 2024. (FAHRUL/j)