BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam rangka memastikan arus mudik berlangsung aman dan lancar, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, melakukan pemantauan arus mudik lebaran 1445 Hijriah di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis, 4 April 2024.
Ketua rombongan Komisi IV Jubaer Arifin mengatakan, dalam kegiatan tersebut dirinya bersama anggota lainnya yakni Sugianto dan Heri Susanto, telah melakukan pemantauan di Pelabuhan Panglima Utar Kumai dan Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun.
"Kami melakukan pemantauan arus mudik dari Kobar, untuk di Pelabuhan Panglima Utar Kumai jumlah pemudik ada 56 ribu ada kenaikan 20 persen dari tahun sebelumnya, dimana semua pemudik akan di angkut oleh armada baik dari PT Pelni, Dharma Lautan Utama maupun ASDP, dengan jumlah kunjungan kapal sebanyak 53 call kapal, "Ujar H. Jubaer Arifin dari Fraksi PDIP.
Jubaer menambahkan juga kegiatan arus mudik di Pelabuhan Panglima Utar Kumai berjalan dengan aman dan lancar, mengingat banyaknya armada kapal yang telah di siapkan untuk angkutan lebaran tahun ini.
"Kami pun sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, dengan adanya mudik gratis yang di mulai hari ini oleh PT Dharma Lautan Utama dan pada hari Jumat nanti oleh PT Pelni, tentunya kegiatan mudik gratis dari Kementerian Perhubungan ini sangat membantu masyarakat yang melakukan mudik lebaran di tahun ini," tuturnya.
--page
Sementara itu lanjut Jubaer, kegiatan mudik di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun Mengalami peningkatan signifikan, berdasarkan laporan kepala UPBU Iskandar Pangkalan Bun, sejak tanggal 3 April 2024 ada kenaikan dari tahun sebelumnya, yakni di tanggal tersebut pergerakan penumpang sebanyak 1.900 per hari.
"Pergerakan penumpang maupun pergerakan penerbangan dari Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun Mengalami Kenaikan, tadi pun berdasarkan laporan dari Kepala UPBU Iskandar Pangkalan Bun, telah ada penerbangan ekstra Flight dan pesawat carteran, agar semua pemudik dapat terangkut," Imbuhnya.
Hanya saja lanjut Jubaer, untuk di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun, perlu mendapatkan perhatian khusus untuk ruangan tunggu penumpang, karena jika jadwal penerbangan pada waktu yang sama maka akan terjadi pembludakan di ruang tunggu, sehingga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah.
"Mungkin perlu perluasan di terminal tunggu penumpang karena yang ada saat ini kapasitasnya sangat terbatas, sementara pergerakan penumpang setiap harinya mengalami peningkatan, hal ini patut di perhatikan oleh pemerintah," terangnya. (DANANG/H)









