PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS terus mendukung pengembangan produk hilir sawit. Sejak 2015 hingga Mei 2023, jumlah dana yang terkumpul sebanyak Rp146,56 triliun. Dari jumlah itu, dana Rp519,67 miliar telah dikeluarkan untuk mendanai 293 penelitian yang dilaksanakan 37 lembaga penelitian dan 900 peneliti.

"Jadi begini, memang salah satu tugas BPDPKS memberikan dukungan pendanaan untuk pelaksanaan penelitan dan pengembangan riset yang dilaksanakan lembaga, universitas, dan peneliti," kata Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman dalam rilisnya pada Kamis, 4 April 2024.

Eddy menjelaskan bahwa banyak riset yang sudah dilakukan BPDPKS menyangkut dari hulu sampai hilir, budi daya, pasca-panen, penerapan teknologi terkait hilirisasi bagaimana sawit berdasarkan inovasi melalui riset bisa dihasilkan komoditas hilir.

"Inovasi yang akan dilakukan adalah menyulap sawit menjadi helm hingga rompi anti peluru. Ini bisa dilakukan dengan menambahkan serat TKKS," jelasnya.

Serat jenis ini menurut Eddy memiliki sifat mekanis yang bagus dan dapat digunakan sebagai filler untuk meningkatkan kualitas fisik-mekanik helm proyek. Produknya dinamakan helm ramah lingkungan atau green composite atau GC.

--page

"Contoh itu dari sawit bisa dibuat helm itu komersial, rompi tahan peluru, bioplastik, dan banyak lagi temuan, inovasi, berasal dari penelitian tadi yang menghasilkan produk hilir dari sawit yang sudah dikomersialisasikan," ucapnya.

Selain menjadi helm dan rompi anti peluru, cangkang sawit juga bisa menjadi bahan bakar alternatif seperti batu bara.

"Cangkang sawit memiliki kalori tinggi sehingga bisa dijadikan breket. Cara ini bisa membuat harga TBS atau Tandan Buah Segar juga naik," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)