BORNEONEWS, Sampit - Lokasi festival tabuh bedug dan pawai takbiran di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diguyur hujan lebat.
Kondisi cuaca tersebut membuat sejumlah peserta dan masyarakat berteduh di tenda VIP di depan panggung Taman Kota Sampit.
Bedug yang telah disiapkan pada posisinya pun tampak ditepikan agar tidak terpias air hujan.
Sementara itu, sebagian mobil hias telah standby di Jalan S Parman. Beberapa peserta sibuk menutup mobil hias menggunakan terpal agar ornamen yang disiapkan tidak rusak.
"Apakah tetap jadi hari ini pak?," kata Revan sallah satu peserta pawai takbiran.
--page
Kemudian Sekretaris Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kotim Wiyono membalas pesan tersebut dengan membagikan laporan kehiatan pantauan rukyatul hilal awal Syawal 1445 Hijriah oleh pengurus NU Jawa Timur.
"Dilaporkan oleh Pimpinan Wilayah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (PW LFNU) Jawa Timur bahwa hilal berhasil dirukyat di 3 lokasi rukyat," kata Wiyono.
Hal tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk di sampaikan kepada Menteri Agama RI untuk mengisbatkan 1 Syawal 1445 Hijriyah bertepatan hari Rabu 10 April 2024 Masehi.
"Sehingga pawai takbiran dan Festival Tabuh Bedug dilaksanakan malam ini," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









