BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menemukan terdapat 4 gangguan kesehatan dasar pemudik yang umum ditangani, yaitu gastritis, hipertensi, cephalgia (nyeri kepala), dan influenza.
Untuk itu, dianjurkan menjaga kesehatan fisik dan psikis selama perjalanan mudik sehingga tetap aman, sehat dan selamat sampai di tujuan. Tetap jaga kesehatan, dengan manfaatkan pos kesehatan di sepanjang jalur mudik jika dibutuhkan gratis.
Kepala Dinkes Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul mengungkapkan menjelang arus balik, pihaknya dari kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan posko. Terutama meningkatkan kewaspadaan dan pengamatan untuk penyakit menular, dan penyakit potensial KLB lainnya.
"Melalui tenaga kesehatan yang berjaga di posko, kami anjurkan untuk selalu mengingatkan dan memberikan edukasi kepada pemudik terkait penyakit yang diderita. Saat perjalanan untuk cek kesehatan dengan datang ke posko," katanya, Sabtu, 13 April 2024.
Dirinya mengimbau, untuk masyarakat yang melakukan balik mudik harap berhati-hati di jalan, jaga kesehatan dan keselamatan keluarga. Petugas kesehatan yang berjaga di pos pantau pun diminta untuk siaga, menghadapi arus balik terutama bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.
--page
"Pemudik yang merasa kelelahan dapat diberikan perawatan sejenak di pos pantau untuk kembali fit sebelum melakukan perjalanan lagi," imbaunya.
Pihaknya juga menganjurkan, bagi para pemudik untuk dapat memanfaatkan fasilitas posko kesehatan mudik yang telah didirikan. Salah satunya, pemudik bisa memeriksakan kesehatannya di posko tersebut.
"Saat dirasa tubuh kurang sehat, terlebih bagi para pemudik yang mengendarai mobil atau sepeda motor dengan jarak jauh," terangnya.
Tambahnya, untuk jalur arus mudik dan balik Idul Fitri 2024 ini sebanyak 204 Puskesmas, 33 Rumah Sakit Umum Daerah dan Swasta, 5 PSC (publik safety center), 2 Balai Kesehatan yang disediakan untuk masyarakat. (MARINI/J)









