BORNEONEWS, Palangka Raya - Kain batik berbasis malam sawit dan berpewarna cangkang sawit tidak kalah cantik dari batik biasa. Hal ini dibuktikan oleh CEO Sm-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan yang menampilkan peragaan busana Wastra Sawit baru-baru ini.
Seperti dalam rilis Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Minggu, 14 April 2024 disampaikan bahwa pihaknya kembali hadir dalam kegiatan Semarak UKMK Sawit yang di selenggarakan di Gedung Keuangan Negara Medan.
Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menyampaikan berbagai produk yang dikenakan dalam peragaan busana merupakan produk UKMK sawit sebagai hasil dari kegiatan Program Kemitraan UKMK Sawit BPDPKS kolaborasi dengan Sm-art Batik.
"Wastra Warna Sawit adalah peragaan busana batik berbasis malam sawit dan berpewarna cangkang sawit serta menampilkan beragam produk turunan sawit yang dikenakan oleh para Model," kata Helmi.
Model dalam peragaan busana adalah mahasiswa-mahasiswa penerima beasiswa sawit BPDPKS dari kampus Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta dan Institut Teknologi Sawit Indonesia Medan.
Pada sesi Talkshow Peluang Usaha berbasis UKMK Sawit, CEO Sm-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan, menyampaikan perjalanan pengembangan bisnis batiknya.
"Dimulai sejak bertemu dengan BPDPKS sampai berbagai upaya dan progres yang dilakukan untuk pengembangan industri batik sawit," kata Ihsan.
--page
Hasil industri sawit inilah yang menurut Ihsan sampai saat ini setidaknya dapat diolah menjadi lilin batik dan pewarna batik.
"Kami saat ini masih terus melakukan riset untuk pemanfaatan hasil industri sawit di industri batik," kata Ihsan lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









