BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akibat meningkatnya debit air di Sungai Arut, membuat Desa Nanga Mua Kabupaten Kotawaringin Barat mulai terendam air.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Martogi Sillagan, Kamis, 18 April 2024 menjelaskan saat ini sudah beberapa rumah warga yang sudah terendam diperkirakan kondisi tersebut juga bakal terjadi pada warga lainnya.
"Tentunya kami akan terus melakukan upaya evakuasi warga yang terperangkap banjir. Bila kondisi banjir ini terus terjadi, pusat evakuasi juga akan dibuka sebagai tempat perlindungan sementara," jelasnya.
Martogi Sillagan juga menjelaskan perangkat desa juga telah melakukan respon cepat terkait penanganan warga yang terdampak banjir dengan menyediakan berbagai bantuan dan perlengkapan keseharian untuk meringankan beban warga.
"Kegiatan pemantauan ketinggian air Sungai Arut juga terus dilakukan sebagai antisipasi kondisi darurat dan mengurangi resiko lebih lanjut," jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Aruta Ipda Edi Hariyanto menjelaskan saat ini ketinggian air banjir di Desa Nanga Mua berkisar antara 30 - 80 cm.
--page
"Saat ini sudah ada 5 warga yang terendam air. Sedangkan rumah warga yang lainnya masih aman lantaran rumahnya menggunakan konstruksi panggung," jelas Kapolsek. (WAHYU KRIDA/R)









