BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan pada Maret 2024 terjadi kenaikan Nilai Tukar Petani Perikanan atah NTNP sebesar 0,07 persen.
"Hal ini disebabkan karena Indeks harga yang diterima oleh petani atau It perikanan mengalami kenaikan sebesar 0,80 persen," kata Eko pada Minggu, 21 April 2024.
Angka ini menurutnya sedikit lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani atau Ib perikanan yang sebesar 0,73 persen.
"Kenaikan It subsektor perikanan didominasi oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pada kelompok perikanan tangkap yang sebesar 1,11 persen," terang Eko lagi.
Sedangkan pada kelompok budidaya, lanjutnya, justru mengalami penurunan sebesar 0,43 persen.
"NTP Gabungan Kalimantan Tengah pada Maret 2024 naik sebesar 0,84 persen dibanding Februari 2024, yaitu dari 122,79 menjadi 123,82. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya nilai tukar pada beberapa subsektor, yakni Hortikultura sebesar 1,63 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,42 persen, dan Perikanan sebesar 0,07 persen," jelas Eko Marsoro lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









