BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan subsektor Nilai Tukar Petani Peternakan atau NTPT Kalteng mengalami penurunan hingga 1,33 persen.
"Subsektor peternakan mengalami penurunan nilai tukar atau NTPT pada Maret 2024 sebesar 1,33 persen," kata Eko pada Minggu, 21 April 2024.
Hal ini menurut Eko terjadi karena pada tingkat peternak, Indeks harga yang diterima oleh petani atau It mengalami penurunan sebesar 0,68 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani atau Ib justru mengalami kenaikan yang cukup besar yakni 0,66 persen.
"Penurunan It pada Maret 2024 didominasi oleh turunnya indeks harga kelompok unggas yakni ayam ras pedaging sebesar 1,42 persen," bebernya.
Sementara tiga kelompok lainnya mengalami kenaikan, lanjut Eko, yakni kelompok ternak besar yakni sapi potong naik sebesar 0,67 persen, kelompok ternak kecil yakni kambing naik 0,56 persen, dan kelompok hasil ternak yakni telur ayam ras naik 4,05 persen.
--page
"Sementara itu, Ib pada NTPT mengalami peningkatan sebesar 0,66 persen yang disebabkan oleh kenaikan dua indeks penyusunnya, yakni indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau KRT sebesar 0,86 persen dan indeks kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM sebesar 0,46 persen," jelas Eko lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









