PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi LKCS Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Aida Fitria, mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Sm-art Batik yang merupakan binaan BPDPKS telah sejalan dengan implementasi pengarusutamaan gender.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April. Mengusung semangat RA Kartini, Sm-art Batik mempekerjakan lebih dari 50 orang perempuan dalam usahanya.

"Apa yang telah dilakukan Sm-art Batik ini sejalan dengan upaya implementasi pengarusutamaan gender," kata Aida dalam rilis BPDPKS pada Senin, 22 April 2024.

Dengan memperkerjakan ibu-ibu pedesaan, lanjut Aida, CV. Smart Batik Indonesia juga telah berperan dalam upaya pengarusutamaan gender.

"Melalui hal tersebut, diharapkan tercipta kesejahteraan dan kemandirian ekonomi bagi pembatik Perempuan, sehingga nantinya akan hadir pembatik-pembatik perempuan yang dapat membawa batik Indonesia semakin mendunia," tutur Ketua Tim Implementasi Pengarusutamaan Gender BPDPKS ini pula.

Sejarah telah mencatat, lanjutnya, bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang sebagian besar dimiliki oleh perempuan telah mendorong ekonomi indonesia dan dapat membantu Indonesia bangkit dari krisis.

Terkait Sm-art Batik, sang CEO, Miftahudin Nur Ihsan terus memberikan kontribusi melalui pemberdayaan Ibu-Ibu pembatik. Saat ini Sm-art Batik telah melibatkan 56 pembatik, dimana 53 pembatik merupakan Ibu-Ibu di pedesaan dengan rata-rata pendidikan SD dan SMP. Jumlah ini meningkat pesat dari sewaktu Sm-art Batik belum menjadi mitra binaan BPDPKS.

Melalui usaha yang dirintis bersama istrinya, Dinar Indah Lufita Sari, dengan brand Sm-art Batik atau CV. Smart Batik Indonesia, Ihsan mencoba menggandeng puluhan Ibu-Ibu pembatik di wilayah Jogja dan Jawa Tengah.

Usaha batik yang didirikan pada tahun 2018 tersebut mengalami perkembangan yang signifikan setelah Ihsan bertemu dengan BPDPKS pada kegiatan pameran Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia 2023 di Makassar.

Pada kegiatan tersebut, Ihsan berkunjung ke booth BPDPKS dan mulai mengenal potensi sawit di industri batik. Mulai dari situ, alumni penerima beasiswa LPDP tersebut, mencoba memproduksi batik dengan menggunakan malam sawit, tepatnya pada bulan Agustus 2023.

--page

Gayung bersambut, sampel batik sawit yang diproduksi Ihsan ternyata memperoleh apresiasi dari Divisi UKMK BPDPKS, sehingga Smart Batik diberikan peluang dan kesempatan untuk melakukan promosi batiknya, melalui berbagai kegiatan.

Kesempatan tersebut diantaranya adalah promosi dalam kegiatan Indonesian Palm Oil Conference atau IPOC 2023

di Nusa Dua Bali, Forum Sawit Indonesia 2023 di Yogyakarta, dan pameran International Handicraft Trade Fair atau INACRAFT 2024 di Jakarta.

Selain itu, Ihsan juga diundang menjadi narasumber kegiatan UKMK BPDPKS di beberapa daerah, seperti di Palembang, Malang, Medan, dan Yogyakarta.

Kesempatan-kesempatan yang diberikan BPDPKS tersebut, tidak membuat Ihsan nyaman. Sebaliknya, dengan adanya kepercayaan yang diberikan, Ihsan terus mengembangkan industri batik sawitnya. Dibantu istrinya yang juga merupakan mahasiswi doktoral ilmu kimia UGM, Ihsan dan tim Smart Batik berhasil menemukan formula pembuatan malam sawit dengan bahan sederhana. Selain itu, saat ini Smart Batik telah berhasil membuat batik dengan pewarna dari bahan sawit. Motif-motif yang dikembangkan pun saat ini bernuansa sawit, mulai dari motif klasik yang dimodifikasi dengan unsur tanaman sawit, hingga motif-motif batik kontemporer. (TESTI PRISCILLA/j)