BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Lomba Karungut menjadi salah satu lomba yang menarik dalam rangkaian kegiatan Festival Seni Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung Kabupaten Kapuas tahun 2024, berlangsung di Lapangan Bukit Ngalangkang.
Kegiatan tersebut dalam rangka Hari Jadi ke-218 Kota Kuala Kapuasdan HUT ke-73 Pemerintah Kabupaten Kapuas ke 73 lomba tersebut di gelar di Lapangan Bukit Ngalangkang Kapuas.
Lomba Karungut tersebut bertujuan sebagai upaya pelestarian seni budaya khas Kalimantan Tengah, melalui Lomba Karungut, pewaris Seni Karungut diharapkan dapat memperoleh rasa bangga terhadap budaya orang Dayak.
Peserta lomba merupakan utusan dari beberapa Sanggar, Sekolah dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas yang mana di ketahui jumlah peserta yaitu 19 peserta kategori putra serta 20 peserta kategori putri.
Adapun tim juri Lomba Karungut ini terdiri dari tiga orang yang ahli dibidangnya, diketuai oleh Ragus Rumbang dengan Agon sebagai Sekretaris dan Umeliadie sebagai anggota yang mana mereka memiliki tugas menilai penampilan para peserta berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disparbudpora) Kabupaten Kapuas, Apollonia mengatakan acara ini menjadi tugas pokok pihaknya, yang mana salah satu visi misi dari Pj Bupati untuk peningkatan dan kemajuan budaya dan pariwisata di Kabupaten Kapuas.
--page
“Di era globalisasi ini, generasi-generasi kita jangan sampai melupakan adat istiadat yang kita punya turun temurun dari leluhur kita terutama adat istiadat yang memang harus kita lestarikan seperti yang akan peserta tampilkan nanti,” katanya, Senin, 22 April 2024.
Lebih lanjut, event ini memang dari tahun ke tahun diadakan mengingat bahwa event ini juga akan di lombakan di tingkat provinsi oleh karena itu dirinya mengharapkan para peserta yang mengikuti lomba karungut untuk menampilkan yang terbaik Kadis Disparbudpora tersebut juga berpesan kepada tim juri agar menilai secara obyektif dan profesional.
“Kepada anak-anak di era moderenisasi ini jangan sampai hanya tau budaya modern yang biasa didengar maupun dilihat, tetapi juga harus tau adat istiadat budaya yang harus dilestarikan seperti dalam Festival Budaya Tinggang Menteng Panunjung Tarung ini harus tetap kita lestarikan yang memang menjadi kebanggaan orang Dayak,” pungkasnya. (DODI/H)









