PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bongkar muat komoditas impor Kalimantan Tengah dari negara mitra dagang selama Februari 2024 dilakukan melalui pelabuhan yang ada di Kalimantan Tengah dan pelabuhan di provinsi lain.

"Pada Februari 2024, aktivitas bongkar muatan impor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah utamanya dilakukan di Pelabuhan Pangkalan Bun, Pelabuhan Sampit, Pelabuhan Pulang Pisau, dan Pelabuhan Kumai," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Sabtu, 27 April 2024.

Dibandingkan bulan sebelumnya, lanjut Eko, aktivitas bongkar muat impor di Pelabuhan Pulang Pisau mengalami penurunan nilai tertinggi, yaitu sebesar US$7,10 juta atau turun 87,22 persen.

"Sebaliknya, nilai impor di pelabuhan Pangkalan Bun mengalami peningkatan sebesar US$1,02 juta atau naik 47,22 persen," katanya lagi.

Eko menjelaskan bahwa nilai impor Kalimantan Tengah mencapai US$6,20 juta atau turun 49,55 persen dibanding Januari 2024 yang tercatat US$12,29 juta.

"Sejalan dengan nilai impor, volume impor Kalimantan Tengah juga mengalami penurunan sebesar 14,37 persen, dari 6,96 ribu ton pada Januari 2024 menjadi 5,96 ribu ton pada Februari 2024," kata Eko lagi.

--page

Penurunan volume impor ini menurutnya disebabkan adanya penurunan impor kelompok non migas dari US$3,74 juta menjadi US$0,59 juta.

"Sementara itu, kelompok migas mengalami peningkatan dari US$3,22 juta pada Januari 2024 menjadi US$5,37 juta pada Februari 2024," katanya.(TESTI PRISCILLA/R)