BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jumat (27/5/2016) menjadi hari sial bagi anak-anak Pesantren Arraudah, Palingkau, Pangkalan Bun. Pick-up nomor polisi H 9139 F yang mereka tumpangi, melaju kencang, oleng dan akhirnya terbalik. Para santri berinisial S (23), R(22), M (24), W (19) dan I (26) nahas, jadi korban kecelakaan atas ulah mereka sendiri.
Saat itu, mereka disuruh beli ban ke Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Sepulang dari beli ban, yaitu sekitar pukul 13.30 WIB, Sopir (S) yang mengemudikan mobil nomor polisi H 9139 F terlalu kencang. Ia tancap gas lumayan kencang dari arah Pangkalan Bun.
Pesantren Arraudah, jaraknya hanya sekitar lima kilometer dari Pangkalan Bun. Beberapa saat kemudian S benar-benar tak terkendali. Tepat di depan pintu gerbang pesantren, mobil mendadak mau masuk pintu gerbang. Tetapi karena kecepatan tinggi, mobil ternyata oleng dan terbalik berputar arah.
Keempat santri itu luka-luka. Tampaknya satu orang luka berat karena sempat tertindas pick up saat terguling. Ia langsung dilarikan di Rumah Sakit Imanuddin Pangkalan Bun.
Salah seorang saksi mata, Kirman mengatakan, “Sopir melaju kencang dari arah Pangkalan Bun dan tidak bisa mengendalikan setir, lalu banting kiri dan terbalik.” (DARMADI/*/N).








