BORNEONEWS, Palangka Raya - School of Engineering, University of Basilicata, Beniamino Murgante dari Italia mengatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, tantangan signifikan dalam analisis geografis adalah terbatasnya ketersediaan spasial data.
Hal ini disampaikan Beniamino saat menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan International Conference and Exhibition on Geospatial and Remote Sensing atau IGRSM pada 29-30 April 2024.
Membawakan materi "Improving Decision-Making Processes Through the Adoption of Geo-Computational Models for Building Sustainable Scenarios", Beniamino menuturkan mengenai meningkatkan proses pengambilan keputusan melalui adopsi Geo-Komputasi model untuk membangun skenario berkelanjutan.
"Saat ini, meluasnya penggunaan perangkat elektronik dengan informasi geo-referensi telah menyebabkan kelebihan data spasial," katanya dalam rilis yang diterima Borneonews pada Selasa, 30 April 2024.
Kegiatan seperti Informasi Geografis Sukarela, tuturnya, inisiatif publik yakni seperti Data Terbuka, Infrastruktur Data Spasial, dan Portal Geo, platform seperti Google Earth, dan sosial jaringan, telah berkontribusi terhadap kelimpahan ini.
--page
"Namun, surplus ini sering kali tidak meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan. Peningkatan ketersediaan data spasial belum diimbangi dengan peningkatan tersebut peningkatan pengetahuan untuk mendukung keputusan tata ruang," tuturnya.
Metode geo-komputasi disebutnya sangat penting dalam pembentukan keputusan yang tepat dan membangun skenario masa depan yang realistis.
Kebutuhan akan masa depan yang berkelanjutan dan transisi ekologis secara signifikan memperkuat perekonomian investasi. Untuk meningkatkan kualitas investasi di bidang lingkungan hidup, hal yang mendasar adalah mengadopsi metode analitis untuk mendukung pembangunan skenario berkelanjutan.
"Presentasi ini akan menganalisis berbagai teknik dan metode untuk meningkatkan perolehan pengetahuan," katanya.
Ini akan mengkaji pendekatan inovatif yang muncul dalam beberapa tahun terakhir, memberdayakan perluasan pemahaman dan keahlian di seluruh domain lingkungan. Secara khusus, fokusnya adalah pada pemodelan dampak investasi ini terhadap lingkungan.
--page
"Hubungan antar pengetahuan strategi peningkatan dan kelestarian lingkungan akan dieksplorasi, menyoroti betapa sadarnya hal ini dan perolehan pengetahuan strategis dapat menjadi sangat penting dalam membentuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk planet kita," bebernya.
Sementara itu perwakilan Universitas Sumatera Utara atau USU, Indonesia, Profesor Rahmawaty menjadi salah satu pemateri dan moderator dalam kegiatan ini. Dirinya bertindak sebagai presenter dengan materi "Climate Change Impact Assessment in Telaga Village, North Sumatra Province, Indonesia" dan juga sebagai moderator pada sesi kedua.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan dapat menjalin network dengan peneliti serta dosen-serta luar negeri, tentunya akan meningkatkan indeks kimerja utama USU," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









