SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dalam beberapa terakhir tiga orang masyarakat mengaku menjadi korban aksi begal di saat berkendara pada malam hari di sejumlah jalan yang ada di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Salah satunya warga bernama Margo, ia mengaku menjadi korban begal di Jalan Pramuka, Sampit. Pelaku berjumlah tiga orang dan membawa senjata tajam jenis parang.

"Kejadiannya itu tengah malam, ketika saya melintas di jalan itu tiba-tiba saya disabet oleh pelaku dengan parang. Beruntung tidak mengenai tubuh saya," kata Margo, Kamis, 2 Mei 2024.

Tidak hanya itu, dua warga lainnya yang tidak diketahui identitasnya juga mengalami nasib yang sama. Mereka hampir dibegal oleh tidak dikenal di Jalan HM Arsyad dan Jalan Jenderal Sudirman.

Salah satu dari kedua orang tersebut mengalami luka di bagian leher dan tangan diduga akibat sayatan dari pelaku. Beruntung kedua korban sempat melarikan diri sehingga tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan.

Sementara itu, Kapolres Kotim ABKP Sarpani memberikan tanggapan yang beberapa terkahir ini terjadi aksi begal. Ia meminta masyarakat yang ada di Kotim untuk waspada ketika melakukan aktifitas di malam hari.

--page

"Saya minta kepada apabila menjadi korban kejahatan seperti begal ini. Segera lapor kepada kami supaya pelaku cepat kami tindak. Dan saya juga mengimbau kepada masyarakat selalu waspada ketika beraktifitas di malam hari karena merupakan jam rawan," tegas Sarpani. (BUDDI RAHMAT H)