BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Tim Penggerak dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalteng Ivo Sugianto Sabran mengingatkan mahasiswa untuk mengoptimalkan ilmu yang dimiliki.
“Mahasiswa ketika sudah lulus jangan hanya mengandalkan indeks prestasi (IPK), namun ilmu yang didapatkan kiranya dapat diaplikasikan ke masyarakat,” tutur Ivo saat di Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis, 2 Mei 2024.
Ia menyampaikan pesan dari Gubernur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menyampaikan batasan umur untuk siap menikah kepada rekan-rekan mahasiswa.
Sebagai informasi Pemprov Kalteng melalui TP-PKK dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3APPKB) gencar memerangi pernikahan dini dan stunting.
Pernikahan dini dinilai menjadi salah satu faktor penyebab peningkatan stunting karena belum matangnya pengelolaan keluarga.
Data menunjukan perbaikan prevalensi stunting Kalteng dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari 32,3o persen tahun 2020, menurun pada tahun 2021 menjadi 27,40 persen.
--page
Setelah itu pada 2022 menurun menjadi 26,90 persen dan untuk 2023 menurun 3,4 persen menjadi 23,5 persen. (HERMAWAN DP/R)









