PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasca Hari Buruh Nasional yang dikenal dengan May Day, kini Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mendapat kritikan dari salah seorang Mahasiswa sekaligus menjabat sebagai Presiden BEM Universitas Kristen Palangka Raya atau UKPR Marselinus Darman (Marselino).

Marselino mengkritik pengupahan, jaminan kerja dan hubungan kerja serta pemberian THR yang tidak tepat waktu oleh Perusahaan. Peristiwa ini dianggap tahunan yang dialami oleh para buruh.

Tuturnya, sejak menjabat periode pertama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran 25 Mei 2016 dan kembali dilantik periode kedua 26 Mei 2021 berbagai permasalahan tak kunjung memberikan solusi yang stabil bagi para buruh.

Walau pada peringatan Mayday untuk menghormati perjuangan dan jasa para buruh dalam mencapai hak-hak mereka ditempat kerja. Namun, hal demikian hanya dianggap sebagai replika tanggal merah saja.

"Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah nomor 188.44/532/2023 tentang besaran UMP Kalteng tahun 2024 sebesar 3.261.616 meskipun besaran tersebut naik 2,53 persen dari UMP tahun 2023 yang sebesar 3.181.013 namun belum sepenuhnya dirasakan oleh para buruh," ungkapnya kepada Borneonews, Jumat, 3 Mei 2024.

Dirinya mempertanyakan, penetapan upah minimum memberikan ragam implikasi dikalangan perkerja. Akankah penetapan upah minimum menjangkau seluruh komponen pekerja atau hanya dinikmati sebagaian kalangan.

Hal ini katanya mengingat selama ini ada segolongan pekerja yang standar upahnya belum sepenuhnya tegas, yaitu guru dan tenaga Kesehatan.

Marselino menambahkan Komitmen Gubernur terhadap peningkatan kualitas SDM Kalimantan Tengah seperti yang tertuang pada visi gubernur Kalimantan Tengah Makin BERKAH :Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah, dan Harmonis dan misi Misi ke-4 : Mempercepat Pembangunan Sumber Daya Manusia Yang Cerdas,Sehat Dan Berdaya Saing seperti yang tertuang pada RPJMD 2021-2026 tidak terwujud apabila tenaga pendidik dan tenaga kesehatan tidak diperhatikan. 

"Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kalimantan Tengah, saat ini menjadi provinsi terbesar di Indonesia dengan sumber daya alamnya yang melimpah diharapakan Sumber daya manusia berbanding lurus," ungkapnya.

--page

Kalteng saat ini menjadi salah satu provinsi terluas Se-Indonesia, dengan sumber daya alam melimpah diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya, dengan mendongkrak tenaga pendidik dan juga tenaga kesahatan.  "Jangan sampai provinsinya aja yang besar tapi upahnya kecil” tegasnya.

Dirinya juga menekankan, agar setiap Lembaga tenaga pendidkan harus berupaya memberikan jaminan mutu kepada masyarakat, dan tak kalah penting tenaga pendidik harus dipehatikan demi terwujudnya SDM kalteng yang berdaya saing. (MARINI/R)