PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan ekonomi Kalteng triwulan I-2024 dibanding triwulan IV-2023 atau q-to-q mengalami kontraksi sebesar 6,23 persen.

"Dari seluruh lapangan usaha, sembilan diantaranya mengalami pertumbuhan positif dan delapan lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi," kata Eko menyampaikan berita resmi statistik terkait Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2024, Keadaan Ketenagakerjaan Kalimantan Tengah Februari 2024, Indeks Ketimpangan Gender Tahun 2023 pada Senin, 6 Mei 2024.

Lapangan usaha yang mengalami kontraksi terbesar menurut Eko adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 39,26 persen.

"Diikuti dengan Konstruksi sebesar 24,63 persen dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 6,92 persen," kata Eko lagi.

Sementara itu, lanjutnya, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memiliki peran dominan mengalami kontraksi sebesar 2,89 persen.

"Penciptaan sumber kontraksi perekonomian Kalimantan Tengah triwulan-I 2024 atau q-to-q berasal dari Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dengan kontribusi sebesar 2,62 persen," katanya lagi.

--page

Kemudian juga di sektor  Konstruksi dengan kontribusi sebesar 2,33 persen, serta Pertambangan dan Penggalian dengan kontribusi sebesar 1,05 persen.(TESTI PRISCILLA/R)