BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyatakan bahwa 75 persen lahan di kota ini merupakan ekosistem gambut.
Oleh karena itu, ekosistem yang rentan terhadap kebakaran ini perlu dijaga bersama oleh semua pihak.
"Kita harus menyadari bahwa 75 persen lahan di Kota Palangka Raya adalah ekosistem gambut. Ini adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama-sama," katanya, Rabu, 8 Mei 2024.
Zaini menjelaskan, ekosistem gambut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, ekosistem ini rentan terhadap kebakaran yang dapat menimbulkan bencana asap.
"Kebakaran lahan gambut tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang ditimbulkan," tegas Zaini.
--page
Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya upaya bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem gambut di Kota Palangka Raya.
Hal ini dapat dilakukan melalui sosialisasi, pendampingan, dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.
"Kita harus bersinergi dalam menjaga aset berharga ini. Demi masa depan yang lebih baik dan terhindar dari bencana alam," pungkasnya. (HENDRI/H)









