BORNEONEWS, Sampit - Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata mengatakan tentara manunggal membangun desa (TMMD) ke-120 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyasar pembangunan fisik dan non fisik.
"TMMD kali ini ada sasaran fisik dan non fisik. Sasaran fisik diantaranya peningkatan badan jalan dan pembangunan jembatan. Sementara sasaran non fisik berupa penyuluhan," kata Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata, Rabu, 8 Mei 2024.
TMMD reguler ke-120 tahun ini dilaksanakan di Kelurahan Tanah Mas dan Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang melibatkan 180 personel terdiri dari TNI, Polri dan masyarakat.
Adapun kegiatan fisik yaitu penimbunan jalan budi mufakat dengan lebar kurang lebih 5 meter sepanjang kurang lebih 1.618 meter, pelebaran parit Jalan Sarpatim dan pembuatan jembatan kayu klas I sebanyak 5 unit. Sasaran fisik tambahan yang merupakan program unggulan kasad berupa rehab RTLH, pembuatan sumur bor, penanaman pohon, pembersihan sungai, urban farming.
Lanjutnya, kegiatan non fisik yang diselenggarakan pada TMMD reguler Kodim 1015/Sampit yaitu penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, rekrutmen TNI dan penyuluhan dari Polres Kotim tentang bahaya narkoba dan kamtibmas, dari Dinas Kesehatan tentang kesehatan, dari Dinas Pertanian tentang pertanian dan dari DP3AP2KB tentang stunting.
--page
"Peningkatan Jalan Budi mufakat akan dilaksanakan sesuai ketersediaan anggaran. Kalau kita teruskan akan tembus ke Baamang Hulu sepanjang 3 kilometer, sehingga bisa digunakan masyarakat baik sebagai penghubung dari Tanah Mas ke Baamang Hulu atau ke tempat sentra pertanian karena di sini banyak rotan dan hasil bumi yang lain," ujarnya.
Sementara yang gelah masuk dalam program TMMD untuk jalan Budi Mufakat sepanjang 1. 618 meter. Pihaknya akan survei kembali dan mempertimbangkan jalan tembus tersebut dilanjutkan tahun 2025.
"Karena anggaran pemerintah daerah baru normal, kita perlu bersabar dan kita melaksanakannya secara bertahap," imbuhnya.
Lebih lanjut, TMMD adalah bentuk TNI hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan solusi. Program ini sudah berjalan sejak tahun 70 untuk membuat kondisi wilayah yang tangguh.
Melalui TMMD, TNI akan menyatu dengan masyarakat karena TNI lahir dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat. TNI tidak bisa lepas dari rakyat ibarat ikan dengan air. (DEWI PATMALASARI/J)









