BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng berencana merancang dokumen blue print atau cetak biru rencana jangka panjang arah pembangunan.
Blueprint ini akan menjadi kerangka kerja terperinci, yaitu sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan yang meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, serta pelaksanaan program, fokus kegiatan, dan langkah-langkah atau implementasi.
“Kita Kalimantan Tengah belum punya blue print. Blue print itu penting, siapapun Gubernur, siapapun jadi Bupati, ini butuh,” kata Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran di Aula Jayang Tingang, Kamis.
Gubernur meminta dan menugaskan Kepala Bappedalitbang menggandeng universitas ternama di Indonesia untuk merancang blueprint arah pembangunan Kalteng.
“Saya tugaskan Kepala Bappedalitbang untuk menggandeng Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan universitas yang masuk 5 besar supaya membentuk blueprint,” ungkapnya.
--page
Sugianto mengingatkan di Kalteng, kerap terjadi beberapa hal terkait peruntukan lahan. Lahan untuk tambang, misalnya, di atasnya ada kebun.
“Daerah pertanian di Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, Sampit, kita buat blue print-nya, jadi itu tidak bisa difungsikan lagi untuk izin kebun untuk komoditi yang lain, tapi khusus untuk kepentingan pangan,” tambahnya. (HERMAWAN DP/Y)









