BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Nenek dan cucunya yang mengendarai kendaraan sepda motor matic dihantam Scoopy di jalan GM. Arsyad, kawasan Pasar Tembaga Indah sekitar pukul 11.30 Wib, Senin (30/5/2016).

Akibatnya, nenek yang diperkirakan berusia 50 dan cucunya yang berusia 7 tahun, warga Jalan A Yani itu mengalami luka pada bagian betis. Sementara sang cucu laki-lakinya luka lecet pada bagian siku.

Menurut warga sekitar, kejadian tersebut bermula saat nenek tersebut keluar dari arah Balai Bahaum (samping pasar). Tanpa melihat kanan dan kiri nenek tersebut akan berbelok, namun tiba-tiba melaju kendaraan Scoopy warna putih tanpa bisa mengelak tabrakan terjadi.

"Nenek itu keluar tidak melihat kiri dan kanan, langsung saja belok. Lantaran jaraknya sudah dekat maka tabrakan tidak bisa terelakkan," ujar sumber itu.

Nenek yang bernasib nahas itu sempat terguling dua kali sebelum jatuh ke lumpur di tepi jalan. Sementara cucunya terduduk tidak jauh dari kendaraan neneknya.

Sang penabrak justru tidak mengindahkan nenek tersebut terkapar, ia justru meneruskan perjalanannya. Sementara warga segera membopong nenek tersebut ke tepi jalan. Dua orang polisi juga dikabarkan ada di TKP.

Ketua Pasar Tembaga Indah M.Iksan mengatakan, sejak tahun 2015 mereka sudah mengajukan proposal untuk meminta bantuan agar rambu-rambu lalu lintas segera di pasang di kawasan pasar. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari Dishubkominfo.

"Sudah lama kita mengajukan proposal bantuan rambu tetapi belum ada tanggapan, minimal ada rambu berupa marka atau pun pita penggaduh, light warning juga perlu kiranya melihat perkembangan pasar saat ini," beber Ikhsan, Senin (30/5/2016). (KOKO SULISTYO/m)