TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur sekaligus Bakal Calon Wakil Bupati Barito Timur Riza Rahmadi petani kini menikmati hasil dari tanaman kakao yang dikembangkan sejak 5 tahun lalu saat dirinya masih menjabat kepala dinas pertanian.

Hal itu disampaikan Riza usai mengunjungi petani kakao yang tergabung dalam Kelompok Tani Suka Maju di Desa Pangkan Kecamatan Paku, Sabtu, 11 Mei 2024. 

Pada kesempatan tersebut Riza juga menyaksikan para petani menerima pelatihan pembuatan ekoenzim (Eco Enzyme). Ekoenzim adalah hasil fermentasi limbah organik dapur menjadi bahan yang mempunyai banyak manfaat untuk alam dan manusia. Dalam pertanian ekoenzim dapat bermanfaat sebagai herbisida, pestisida maupun alami.

"Hari ini saya melakukan kunjungan ke Kelompok Tani Suka Maju di Desa Pangkan yang pernah kita lakukan pengembangan kakao dari tahun 2019," ujarnya usai kunjungan.

Riza mengatakan, kita patut bersyukur karena bibit kakao yang telah dibagikan saat itu berada di petani yang tepat sehingga sekarang berkembang dengan sangat baik.

--page

"Kita lihat sudah menghasilkan bagi para petani, mereka pun ikut merasakan kenaikan harga kakao dunia saat ini yang cukup tinggi," ungkapnya.

Karena itu untuk meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen kakao, Riza berharap petani mulai menggunakan bahan-bahan organik pupuk maupun pestisida.

"Berkaca kepada beberapa daerah yang terlalu berlebihan menggunakan pupuk anorganik seperti pertanaman buah apel di Malang membuat tanah menjadi keras dan tanaman sulit berkembang," bebernya.

Riza menambahkan, tanaman buah maupun kakao di beberapa daerah juga mengalami penurunan produksi akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

"Kita mengharapkan petani dapat menindaklanjuti apa yang kita sampaikan agar ke depan kakao dunia datangnya dari Barito Timur," ujarnya.

--page

Ketua Kelompok Tani Suka Maju Mardani mengatakan, saat ini petani di kelompoknya turut menikmati malam melambung yang harga kakao dunia 

"Dengan melambungnya harga kakao saat ini petani kakao di Desa Pangkan juga semakin antusias untuk merawat tanamannya, tapi saya sampaikan ke petani agar tidak berfokus kepada kenaikan harga tetapi bagaimana merawat tanaman agar menghasilkan keuntungan jangka panjang," tuturnya.

Mardani mengungkapkan, saat ini biji kakao kering dengan kualitas paling rendah dihargai Rp70.000 per kilogram, sedangkan biji kakao yang telah difermentasi dengan baik mencapai harga Rp120.000 per kilogram.

"Kami sekarang punya pembeli potensial dari Bali dan dia meminta biji Kakao dari hasil pertanian organik," ucapnya. (BOLE MALO/Y)