BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani milenial dalam mengelola pertanian, mengakses modal perbankan, menguasai rantai distribusi dan pemasaran, serta menembus pasar domestik dan global.
Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan perekonomian bagi badan usaha dan kesejahteraan petani. Komoditas unggulan yang disuguhkan yakni Kakao. Dipercayai dapat menjadi inovasi perkebunan masa kini seiring meningkatkan tingkat konsumsi olahan cokelat yang menjamur di bidang kuliner.
"Pengembangan bagi petani milenial melalui Kakao. Hal ini didasari komoditas Kakao di Kalteng sudah menunjukkan tren grafik keberhasilan, perkembangannya terlihat di wilayah Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur dan Murung Raya,” katanya, Kadisbun Provinsi Kalteng Rizky R. Badjuri, Senin, 13 Mei 2024.
Dirinya juga menegaskan, perlunya penguatan kapasitas pertanian dengan penetapan model bisnis dan menjalankan proses bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya meningkatkan nilai tambah produk, bukan hanya menjual bahan mentah.
"Diharapkan petani milenial Kakao Kalteng dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka, serta sebagai pilar ekonomi," bebernya.
--page
Saat adanya event Kalteng Expo 2024 ini dirinya menyampaikan, komoditas Kakao sehingga ke depannya bukan lagi sebagai komoditas terendah, tetapi akan menjadi komoditas utama di Kalteng.
Komoditas Kakao juga tidak akan menimbulkan efek sosial apabila ditanam di kawasan hutan/perhutanan sosial, karena pohon Kakao tidak akan banyak menimbulkan permasalahan.
"Kakao unggulan kami hadirkan pada pameran Kalteng Expo ini, dengan olahan yang sudah jadi bubuk cokelat telah dikemas dan siap untuk dipasarkan. Serta ini menjadi promotor, bagi anak-anak milenial bahwa berkebun atau menjadi petani cokelat itu dapat menghasilkan income yang menjanjikan," tandasnya. (MARINI/j)









