KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sekda Gunung Mas Richard hadiri pembukaan kegiatan forum Satu Data Indonesia (SDI) tingkat Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan di aula Bapperida, Selasa, 14 Mei 2024.

"Kebijakan Satu Data Indonesia penting untuk dilaksanakan mengingat bahwa kita semua di daerah bahkan di pusat sekalipun mengalami permasalahan yang sama terkait data," ujar Sekda Gunung Mas Richard, Selasa, 14 Mei 2024.

Masalah yang dimaksud seperti mulai dari data yang belum berkualitas atau belum memenuhi standar dan tidak adanya metadata, tidak seragamnya kode referensi data induk, data sulit diakses, ketidak jelasan unit pengelolaan data, sistem basis data sektoral yang belum terpadu hingga tata kelola data internal.

Berkualitas atau tidaknya data tersebut dapat menentukan arah dari keputusan kebijakan pembangunan suatu daerah. Data yang buruk akan menghasilkan keputusan pembangunan yang buruk, namun data yang baik akan menghasilkan keputusan pembangunan yang optimal.

"Dengan demikian dapat diartikan betapa pentingnya ketersediaan data yang baik bagi perencanaan pembangunan kita ke depan," ucapnya.

--page

Dalam kaitan tahapan perencanaan pembangunan, ada momen yang harus melihat dan menganalisa lebih dalam tentang kondisi umum daerah, kondisi keuangan daerah, kemampuan keuangan daerah

Serta menganalisa sasaran dan prioritas pembangunan daerah, indikator kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah dan untuk menindaklanjuti semua itu dibutuhkan data yang memadai.

"Data dan informasi yang dimaksud merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan turunannya Perpres Nomor 39 Tahun 2019, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 beserta turunannya Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 dan Permendagri Nomor 70 Tahun 2019 tentang SIPD," tukasnya.  (RISKA YULYANA/Y)