BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana yang juga Plt Direktur Kemitraan BPDPKS, Kabul Wijayanto mengatakan bahwa inovasi malam sawit telah mulai dikembangkan sejak tahun 2017 oleh peneliti BPPT, yang saat ini telah menjadi BRIN.
"Inovasi ini yang kemudian mulai digunakan dan dikembangkan lebih lanjut oleh beberapa pengrajin batik," kata Kabul Wijayanto dalam keterangan resminya pada Jumat, 17 Mei 2024.
Menurut Kabul, BPDPKS telah melakukan rangkaian kegiatan sosialisasi penggunaan malam sawit kepada para pengrajin batik, antara lain di Solo, Yogyakarta.
"Dan masih akan kami lanjutkan di beberapa sentra produksi batik lainnya," lanjut Kabul Wijayanto.
Seperti yang baru-baru ini dilaksanakan bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara atau KPPN Cirebon.
--page
Kepala Bagian Umum Kanwil Perbendaharaan Jawa Barat, Giri Susilo dalam sambutannya mengharapkan kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi para pengrajin batik di Cirebon dan dapat peningkatan perekonomian Cirebon dari sektor usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM. (TESTI PRISCILLA/j)









