BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kobar Fahrizal Fitri gundah gulana. P,asca pemeriksaan oleh tim bentukan Bupati Kobar yang diketuai bupati tak kunjung ada hasil. Fahrizal merasa nasibnya digantung.


"Saya disuruh Pak Sekda Kobar, Masradin untuk berkantor lagi di Kantor BLH Kobar, sudah dua minggu lebih lah," kata Fahrizal Fitri, Selasa (31/5/2016)


Dia meminta Bupati tegas dan cepat menetapkan keputusan. Sebab, saat ini pelayanan dan administrasi di BLH terganggu karena tidak harmonisnya antara dia dan bawahannya.


"Jelas terganggu, sampai sekarang kan tidak harmonis. Intinya bawahan saya ingin menggulingkan saya dari Kepala BLH," ujar Fahrizal.


Ia menyebut, jika akhir pekan ini Bupati tak memngeluarkan hasil pemeriksaannya, ia akan menyurati bupati untuk menanyakan hasilnya.


"Harus segera diputuskan, kalau mau dijatuhi sanksi, siapa yang dijatuhi sanksi supaya masalah ini tidak berkepanjangan. Dan Bupati harus bijak dan tepat dalam memutuskan," katanya.


Fahrizal menambahkan, jika Bupati akan menjatuhkan sanski terhadapnya, ia akan menerima. Namun terlebih dahulu ia akan mempelajari apa yang menjadi dasar penjatuhan sanksi terhadapnya.


"Kita lihat nanti, kalau saya dapat sanksi. Kalau tidak puas, saya akan banding," katanya.


Terhitung, setelah tim bentukan Bupati memeriksa Kepala BLH dan para pegawainya tiga pekan lalu, bupati belum mengeluarkan hasilnya. Bupati juga tak menggubris saat Borneonews menanyakan kapan hasil pemeriksaan dan keputusan ketua tim akan dikeluarkan. (CECEP HERDI/m)